My rating: 5 of 5 stars
Buku “Resign!” adalah gambaran kaum milenial kelas menengah ibu kota yang galau kepengin segera pindah kerjaan yang lebih tenang, tapi nggak bisa buru-buru karena belum mendapatkan tempat pengganti yang lebih baik, sehingga masih harus bertahan dengan kerasnya dunia konsultan.
Sejujurnya metropop is not my cup of tea, akan tetapi membaca ringkasannya saja sudah membuat saya tertarik membaca seluruh cerita. Bukan karena plotnya (karena sudah ketebak), tapi justru karena penceritaan yang ringan dan renyah. Walaupun beberapa hal terkesan cheesy atau “apaan sih?”, buku ini sukses membuat saya ikutan terpingkal-pingkal beberapa kali karena saking lucunya. Dengan yakin, saya menyatakan bahwa Resign! adalah buku metropop terbaik yang pernah saya baca (sejauh ini).
I can totally relate karena kebetulan kerja di bidang konsultan juga. Mulai dari pace kerja yang cepat, pressure yang berat, hingga obrolan antar karyawan mulai dari yang penting sampai dengan yang receh. Hanya saja nggak ada bumbu-bumbu romansa gitu juga sih.
Membaca buku ini menghibur sekaligus membuat saya muhasabah diri (walaupun fiktif), apakah kelakuan saya di kantor seperti para cungpret ini. Saya sadar, walau bekerja di dunia konsultan itu berat, hal itu tidak melulu harus jadi alasan untuk sambat. Perlu sesekali halu karena masih ada hal lain yang bisa ditertawakan dari penderitaan ini. Buku ini bisa jadi fasilitas untuk lari dari kenyataan kejam itu.


