Movie Series: “Biohackers” – Masa Depan Umat Manusia dan Teknologi yang Diciptakannya

It is our responsibility to create the world of the future. Your responsibility. You are the creators of tomorrow.”

Biohackers adalah movie series berbahasa Jerman yang rilis di Netflix pada 20 Agustus lalu. Series bergenre sci-fi thriller ini ditulis dan disutradarai oleh Christian Ditter. Sutradara asal Jerman yang salah satu karya besarnya adalah film comedy romance yang berjudul Love, Rosie (2014). Dibintangi oleh Luna Wedler sebagai Mia Arkelund, Jessica Schwarz sebagai Professor Tanja Lorenz, Thomas Prenn sebagai Niklas, Adrian Julius Tillmann sebagai Jasper, dan lainnya. Season 1 terdiri dari 6 episode dengan durasi sekitar 40 menit setiap episodenya. Kabarnya series ini masih akan berlanjut di season 2. 
Dalam proses pengerjaanya, series ini melibatkan Prof. Dr. Robert Grass, seorang peneliti (functional material laboratory) ETH, Zurich, dan Prof. Dr. Reihnard Heckel, seorang yang ahli dalam bidang electrical and engineering dari Universitas Munich. 
Series ini berkisah tentang seorang maba (mahasiswa baru) kedokteran University of Freiburg, Mia Arkelund, yang sangat berambisi mendalami ilmu biohacking technology dan bergabung menjadi bagian tim peneliti Profesor Lorenz. 

Dibalik ambisinya tersebut, ternyata Mia mempunyai motif tersembunyi untuk melanjutkan investigasi ayahnya, yakni mengumpulkan bukti penyebab kematian saudara kandungnya, yang kemungkinan besar disebabkan oleh malpraktik dan konspirasi yang dilakukan oleh Profesor Lorenz di masa lalu. Dalam pencarian dan pengumpulan bukti tersebut, Mia mendekati dan memanfaatkan Jasper, asisten sekaligus peneliti yang bekerja pada Profesor Lorenz. Namun, cowok manis berambut keriting yang merupakan sahabat dan sekaligus teman sekosan Jasper, Niklas, akhirnya pun jatuh cinta dan terlibat dalam kehidupan pribadi Mia setelah Mia menunjukkan dirinya yang sesungguhnya kepada Niklas. Terlibatlah mereka dalam cinta segitiga.
Dari trailernya saja, series ini sudah memberikan banyak bocoran terhadap apa yang akan diceritakan dalam filmnya. Sebagian penonton mungkin sudah bisa memperkirakan apa yang akan terjadi pada Mia dan Profesor Lorenz. Meskipun premis yang diangkat tidak jauh berbeda dengan film yang sudah ada, tapi Ditter berani untuk mengangkat objek yang cukup rumit untuk divisualisasikan, serta adanya sentuhan twist hampir pada setiap episode, yang cukup membuat saya ketagihan dan ingin menonton episode selanjutnya.
Plot yang disuguhkan dalam series ini adalah campuran, maju-mundur. Di awal cerita, mungkin penonton akan disuguhkan character development seorang Mia dan Jasper yang cukup padat. Dalam waktu kurang dari seminggu, mereka sudah berkencan dan Jasper sudah sepenuhnya menaruh kepercayaan kepada Mia, seorang gadis yang dikenalnya tidak lebih dari sepekan. Dalam waktu sesingkat itu pula, Mia sudah mengetahui banyak hal tentang konspirasi yang dilakukan oleh Profesor Lorenz, tentu saja juga project Homo Deus yang menewaskan saudaranya. Apa yang menjadi pertanyaaan di awal cerita ter-reveal satu per satu dan menurut saya cukup terjawab. Dan melahirkan pertanyaan baru di akhir season 1. 
Hal yang suka dari series ini, selain plotnya adalah sudut pemilihan angle dan penataaan kamera yang aesthetic dan cukup memanjakan mata. Serta scoring yang mendukung suasana film, walau original soundtrack yang menempel di kepala saya hanya lagunya Kimbra yang berjudul Top of the World.
Overall, menurut saya series ini seru untuk ditonton, cukup menghibur untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Meskipun tidak ada hubungannya dengan buku Yuval Noah Harari yang judulnya Homo Deus juga, saya akan memasukkan buku ini ke dalam daftar bacaan wajib karena saya penasaran dengan project Homo Deus yang dibicarakan dalam series ini. Mungkin setelah membaca buku tersebut, saya akan lebih paham motivasi Profesor Lorenz yang kekeuh menjalankan proyek tersebut walau  ilegal dan dianggap probabilitas keberhasilannya sangat kecil.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *