Laut Bercerita: Kisah Romansa dan Keluarga dibalut dengan Tragedi Kekuasaan Otoritarian

My rating: 4 of 5 stars



Karya Leila S. Chudory yang pertama saya baca adalah bukunya yang berjudul Pulang. Saya sangat kagum dengan tata bahasa dan gaya penceritaan tokoh yang digunakannya. Dia selalu membuat sentuhan budaya di dalamnya, tokoh-tokoh wayang misalnya. Saya sangat menyukai itu.


Tidak jauh dengan novel Pulang, Laut Bercerita juga bercerita tentang HAM di era kediktatoran orde baru. Buku ini terbagi menjadi dua bagian, yang pertama ialah penuturan oleh Biru Laut dan bagian kedua penuturan oleh adiknya, Asmara Jati. Saya bisa merasakan menjadi keduanya jika mereka sedang bertutur. Apalagi pada bagian penuturan Asmara Jati, saya seolah-olah turut merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang-orang terkasih. Sungguh memilukan. Selain itu, saya juga kagum, ternyata dalam buku ini terdapat plot twist yang menceritakan pengkhianatan oleh teman yang sudah sangat dipercaya. Padahal saya berharap beliau akan sedikit lagi menceritakan alasan mengapa ia sampai hati berkhianat, latar belakangnya di dalam organisasi wirasena dan sebagainya, paling tidak ada satu bagian yang pada akhirnya hanya bercerita tentang pengkhianat ini. Tapi ternyata penceritaannya hanya sedikit, bahkan pasca mereka diculik, orang yang satu ini seolah menghilang entah kemana. Padahal saya berharap mereka akan dipertemukan kembali.


Terlepas dari itu, saya sangat suka novel ini. Saya jadi pengen punya kakak laki-laik. Sayangnya saya adalah anak pertama dan usia saya dengan adik saya terbilang sangat jauh. Belum mempunyai kedekatan emosional seperti Laut dan Asmara.



View all my reviews

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *