daftar putar yang berisi beberapa lagu yang cocok didengarkan pada fase jatuh cinta, patah hati, kemudian bangkit lagi. Daftar lagu ini pun sebetulnya cukup sesuai untuk didengarkan sambil membaca buku Wira Nagara yang
berjudul Distilasi Alkena, berikut adalah daftarnya:
- Banda Neira – Hujan di Mimpi
cinta lagi dengan orang yang sama, yang disayangi sampai
detik ini. Perpaduan petikan gitar dan suara Ananda Badudu dengan Rara
Sekar semakin membuat lagu ini terdengar syahdu di telinga pendengar. Belum
lagi lirik dalam lagu ini yang memang tidak mudah diinterpretasikan. Sungguh
manis dan misterius, bukan? Semisal, potongan lirik di bawah ini:
Seperti hadirmu di kala gempa
Jujur dan tanpa bersandiwara
Teduhnya seperti hujan di mimpi
Berdua kita berlari
Penggalan lirik di atas seolah-olah menceritakan kehadirannya seseorang ke dalam kehidupan
seseorang yang lain secara tiba-tiba. Ia, seorang yang bersikap apa
adanya dan begitu merengkuh sesamanya. Hingga akhirnya mampu membuat nyaman dan
kemudian memutuskan untuk hidup bersama-sama. Jatuh cinta dengan seseorang
memang sedemikian sederhananya, tapi sungguh mencintai seseorang tidak sesederhana sajak puisi bikinan Bapak Sapardi Djoko Damono yang bertajuk Aku Ingin. Kalau menurut teman-teman sendiri
bagaimana mengartikannya?
- Nosstress – Seperti Dia
Kau memang
tak bisa dipaksakan tuk datang.
Dan kau
memang tak bisa dipaksakan tuk pergi.
Sama seperti
dia, yang tak bisa dipaksakan tuk mencintai kita.
Sama seperti
dia, yang tak bisa kita hentikan untuk berhenti mencintai kita
mirip dengan hujan, yang tidak dapat dipaksa kedatangannya maupun kepergiannya.
Begitu pun dia yang tidak dapat dipaksa untuk mencintai maupun berhenti
mencintai kita. Secara garis besar, lirik dalam lagu ini dapat diinterpretasikan
sebagai jatuh cintanya seseorang yang pada tahap menerima keputusan gebetan
atau pasangan, entah itu mencintai atau tidak dapat mencintai balik. Di sini
kita belajar bahwa adakalanya mencintai seseorang seperti mencintai hujan.
Apa adanya dan tanpa keterpaksaan untuk melakukan atau tidak melakukan, karena
memang kita tak mampu mengendalikan hati manusia maupun hujan (kecuali jika
kamu memang pawang hujan).
- Maliq d’Essentials – Untitled
Bila memang ku yang harus mengerti
Mengapa cintamu tak dapat kumiliki
Salahkah ku bila
Kaulah yang ada di hatiku
Judulnya sih boleh tak berjudul, tapi lagu ini mempunyai makna yang begitu mendalam dan sering kali menjadi salah satu lagu rujukan sobat patah hati. Sudah dapat
dipastikan bahwa lagu ini bercerita tentang seseorang yang menyadari bahwa ia
tengah jatuh cinta dengan seseorang, tapi ia tak mampu memilikinya. Ia sepenuhnya
menyadari akan hal itu, tapi ia tetap menerima kondisi ini dan menyimpan rasa
itu pada tempatnya. Ya, memang rasa cinta itu tidak bisa dipaksakan ya,
sehingga memaksa kita untuk mengerti dia menyimpannya sendiri meskipun
kita sudah mengutarakannya.
- Amigdala – Kukira Kau Rumah
hati bagi orang yang sudah putus asa. Seperti judulnya, kita terkadang berpikir
bahwa kita jatuh cinta kepada orang yang tepat, orang yang mau menjadikan dan
dijadikan sebagai tempat untuk berpulang seberapa pun jauhnya kita pergi. Seseorang
yang pada awalnya hadir di kehidupan dengan harapan membawa penawar lara hati, tapi
justru pergi pada saat kita sudah terlanjur menyayangi. Kalau kata milenial sih “ditinggal pas lagi sayang-sayangnya”.
Kau datang
tatkala sinar
senjaku telah redup.
Dan pamit
ketika purnamaku
penuh seutuhnya.
Kau yang
singgah tapi tak sungguh.
Kau yang
singgah tapi tak sungguh.
- Still Virgin – Hate to Miss Someone (New
Accoustic Version)
yang bersamaan kepada seseorang yang sama? Kurang lebih, lagu ini menceritakan
hal semacam itu, dan lagu ini merupakan lagu titik balik dimana kita baru
menyadari bahwa meskipun semuanya telah berakhir, tapi tidak semua dapat
dihentikan, apalagi soal perasaan dan kenangan bersama dia. Intinya sih: aku benci kepada aku yang
mencintaimu dan aku juga mencintaimu sehingga aku benci keadaan seperti ini
(EH’19).
- Endah N Rhesa – Melupakanmu
dilakukan oleh seseorang setelah patah hati? Yup, moving on dan umumnya dilakukan dengan cara melupakan. Salah
satu lagu yang tepat untuk menemani teman-teman untuk melewati fase ini adalah
lagu ciptaan pasangan musisi Endah N Rhesa yang berjudul Melupakanmu. Lagu ini
merupakan original soundtrack dari
film Teman Tapi Menikah yang tayang pada Maret 2018 lalu. Dengan liriknya yang
sederhana dan nada yang begitu sendu, sepertinya lagu ini cukup mampu mewakili
sobat-sobat yang ingin segera moving on.
aku cukup
lama memujamu
tapi kini
kau pergi meninggalkanku
dan aku tak
ingin jatuh dalam
liang
kesedihan yang tak henti
hingga ku
harus kembali
mencari
cinta sejati, menampik semua ilusi
meskipun tak mudah bagiku melupakanmu
- Amigdala – Tuhan Sebut Sia-sia
Dan kau
makin semarak menuang cuka di atas luka.
terasa? Apalagi saat melihatnya sudah bersama dengan yang lain, rasanya seperti dituang cuka di atas luka. Kebayang ‘kan
rasanya seperti apa? Perih tentu saja. Padahal jauh sebelum memutuskan untuk move on, sudah berusaha mati-matian
untuk membahagiakan seseorang yang disayang, meskipun tidak pernah dianggap
sebagai suatu pengorbanan. Lagu Amigdala yang berdurasi sekitar lima menit ini
sepertinya cukup mewakili perihnya luka yang telah dialami oleh sobat patah
hati.
- Senar Senja – Dialog Hujan
semakin sulit menghilangkan bayangnya? Betul, move on itu tidak selamanya akan berhasil dengan cara melupakan. Apalagi
jika kamu masih menyimpan luka dan dendam. Satu-satunya cara yang dapat
dilakukan adalah merelakan. Seperti kutipan lirik lagu dari Senar Senja yang
berjudul Dialog Hujan “bebaskan birunya
hatimu”. Ya, merelakan untuk kemudian berdamai dengan diri sendiri, seperti
rintik hujan yang menafsirkan kedamaian.
- Banda Neira – Yang Patah
Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Yang patah
tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur
lebur akan terobati
Yang sia-sia
akan jadi makna
Yang terus
berulang suatu saat henti
Yang pernah
jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah
tumbuh, yang hilang berganti
