My rating: 3 of 5 stars
Celana adalah buku ketiga JokPin yang saya baca. Saya membaca buku ini melalui aplikasi yang dikelola dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI yang bernama IPusnas, yang dapat diunduh secara gratis di playstore gawai pribadi saya. Berikut adalah link yang dapat dirujuk untuk dapat membaca buku ini melalui aplikasi (klik disini).
Saya tertarik membaca puisi di dalam buku ini karena sebelumnya menemukan beberapa puisi yang berjudul sama – Celana, yang menurut saya bagus – di buku kumpulan puisi JokPin lainnya yang berjudul Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. Namun pada kenyataannya, puisi-puisi dalam buku ini justru lebih banyak menyebut kata “ranjang” dari pada “celana” itu sendiri. Sampai di sini saya menyimpulkan bahwa JokPin secara sadar betul sedang “menjual” celana untuk menyembunyikan ranjang-ranjang dalam rentetan puisi yang ia tulis di dalam buku ini.
JokPin masih tetap konsisten dengan puisinya yang nakal, menggoda, dan jenaka. Itulah yang membuat saya ketagihan membaca puisi-puisinya. Tanpa mengurangi rasa kesukaan saya pada puisi-puisinya yang lain, selain puisinya yang berjudul Celana, saya juga memfavoritkan puisi yang berjudul Daerah Terlarang dan Malam Pembredelan.



Hai, Kak. Izin bertanya, apakah buku ini sebuah kumpulan puisi atau ada campuran cerpen? Terima kasih.
Kumpulan puisi aja kak