Cerita Calon Arang: Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak-anak

My rating: 4 of 5 stars



Adalah wajib hukumnya membaca bagian pengantar dari penulis, khususnya jika penulis itu adalah seorang Pramoedya Ananta Toer. Jika tidak, kemungkinan besar pembaca akan menggantungkan ekspektasi tanpa tahu maksud dan tujuan penulis itu sendiri. Dalam pengantarnya, Pram menjelaskan bahwa buku Cerita Calon Arang ini disusun sebagai buku anak-anak. Buku ini dimaksudkan untuk menuturkan cerita turun temurun dari nenek moyang, serta untuk menjadi bahan-bahan informasi sejarah bagi siswa-siswi sekolahan, mengingat pelajaran sejarah kesusatraan Hindu-Jawa hanya disebut nama-namanya saja untuk dihafalkan, bahkan cenderung abai dalam hal penyajian dan pengajian isinya. Alasan terakhir inilah yang semakin membangkitkan gairah saya untuk membaca buku-buku tentang kerajaan-kerajaan nusantara, yang tentu saja disajikan dengan narasi yang tidak membosankan.

Buku setebal 94 halaman ini saya selesaikan dalam waktu dua hari saja. Selain karena konflik yang diceritakan tidak terlampau berat, dalam hal ini plot yang sederhana yang begitu tegas membedakan hitam dan putih, baik dan buruk, juga karena kejengkelan saya pada tokoh Calon Arang itu sendiri. Ini jelas menunjukkan bahwa memang buku ini dimaksudkan agar nilai moral yang terkandung di dalam cerita ini dapat dicerna dengan mudah oleh para pembaca, misalnya nilai selalu tabah, tidak boleh mudah iri hati, tidak patut menghukum orang lain yang tidak bersalah, tidak sepatutnya menjadikan rasa ketersinggungan sebagai pembenar untuk menghukum orang, dan sebagainya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *