What we know is a drop. What we don’t know is an ocean.
Awalnya saya mengira semua fenomena yang ada di kota Winden, Jerman dalam film tersebut berawal dari hilangnya seorang anak kecil bernama Mikkel Nielsen. Pada saat melarikan diri sesaat setelah mendengar suara aneh yang berasal dari gua Winden yang lokasinya tidak jauh dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Mikkel terpisah dari teman-temannya dan seolah terseret oleh suatu energi yang pada akhirnya membuatnya terjebak di tahun 1986. Pencarian yang diharapkan mampu menemukan keberadaan Mikkel, malah perlahan menguak rahasia kelam kota Winden yang sangat kompleks. Hilangnya Mikkel ternyata hanya bagian kecil dari never ending cycle yang secara misterius ada di kota kecil itu.
Serial ini menarik untuk disimak karena menyajikan mind blowing story line yang membuat penonton berpikir bahwa semua kejadian aneh yang ada di kota Winden adalah suatu realitas yang saling berkaitan. Sisi fiksi ilmiah, misteri, dan supranatural disajikan dengan porsi yang pas dan cukup menarik untuk didiskusikan. Hehe.
Bincang film kali ini nggak bakal ngomongin story line, rating film, maupun teori-teori konspirasi karena sudah banyak yang bahas secara mendetail. Namun akan lebih membahas tentang time travel paradoxes yang digunakan oleh sang sutradara, Baran bo Odar dalam membangun story line.
Sebelum membahas lebih jauh tentang time travel paradox, ternyata sebagian orang menganggap waktu adalah sesuatu yang bersifat konstan. Namun, Albert Einstein menunjukkan bahwa waktu adalah ilusi, dan bersifat relatif, dapat bervariasi bagi setiap pengamat yang berbeda, tergantung pada kecepatan yang melalui ruang. Dalam teori relativitas khusus, Einstein mengungkapkan bahwa bagi seorang pengamat yang diam secara relatif, waktu kelihatannya berjalan lebih lambat bagi sebuah objek yang bergerak dengan lebih cepat. Bagi Einstein, waktu adalah “dimensi keempat”. Sedangkan ruang digambarkan sebagai arena tiga dimensi yang dapat menunjukkan lokasi melalui suatu koordinat seperti panjang, lebar, dan tinggi. Waktu menyediakan koordinat lain, yang disebut arah yang secara konvensional hanya bergerak maju.
Perjalanan waktu adalah konsep yang diakui secara luas dalam filsafat dan fiksi. Meskipun demikian, belum ada keseragaman definisi tentang perjalanan waktu (time travel) itu sendiri. Perjalanan waktu dapat diartikan sebagai “moving between different points in time”. Ada juga yang mengartikannya sebagai konsep pergerakan entitas ke beberapa titik tertentu pada waktu yang berbeda, baik itu secara maju (masa depan) maupun mundur (masa lampau) yang biasanya dilakukan dengan menggunakan perangkat hipotetis bernama mesin waktu. Ide mesin waktu sendiri dipopulerkan oleh H.G. Wells tahun 1895 melalui novelnya yang berjudul The Time Machine.
Sejauh ini memang belum ada bukti ilmiah tentang fenomena
time travel (perjalanan waktu) dan juga belum ada pemahaman yang seragam tentang apakah teori fisika sekarang ini mengizinkan perjalanan waktu dalam segala bentuk. Meskipun begitu ada teori yang mengakui tentang kemungkinan melipat waktu untuk meloncat dari suatu titik ke titik lainnya. Jika memang perjalanan waktu dapat dilakukan, maka itu akan melahirkan suatu ‘konsep terlarang’ yang dinamakan paradoks. Adapun beberapa padaroks
time travel yang cukup dikenal adalah
grandfather paradox, causal loop, predestination paradox, dan
bootstrap paradox.
Grandfather paradox adalah paradoks populer dan mudah dibedakan dengan paradoks lainnya.
Grandfather paradox berasal dari gagasan bahwa jika seseorang bepergian ke masa sebelum kakek mereka memiliki anak, dan membunuhnya, itu akan mempengaruhi eksistensinya di masa depan dan membuat kelahiran mereka sendiri tidak mungkin terjadi. Jadi, jika perjalanan waktu dimungkinkan, entah bagaimana harus menghindari kontradiksi semacam itu.
Grandfather paradox dalam serial Dark ini tergambar jelas di season 1 episode 6, pada saat Jonas muda tidak percaya bahwa apa yang dikatakan Jonas dewasa (the Stranger) mengenai Mikkel Nielsen adalah Michael Kahnwald yang mana adalah ayahnya sendiri. Jonas remaja berencana membawa Mikkel kembali ke tahun 2017 agar keadaan kembali seperti semula, tapi the stranger mencegahnya karena jika Mikkel tidak bertemu dengan Hanna (ibunya Jonas), maka Jonas tidak akan pernah lahir ke dunia.
Causal loop atau lingkaran sebab akibat adalah proposisi teoretis yang secara sederhana dapat diartikan sebagai urutan peristiwa yang berupa tindakan, informasi, objek atau orang merupakan suatu penyebab peristiwa lain, pada gilirannya mengakibatkan terjadinya peristiwa pertama yang disebutkan (hukum sebab-akibat). Dengan kata lain, masa depan dapat dipengaruhi oleh masa lalu dan pada gilirannya juga akan dipengaruhi oleh masa depan (mumet nggak, tuh? hehe).
Triquetra Notebook
Dalam series Dark, terdapat triquetra notebook yang kerap dibawa oleh beberapa tokoh seperti Noah, Claudia, bahkan The Unknown. Triquetra notebook dalam cerita ini adalah buku catatan yang berisi tentang runtutan setiap peristiwa yang terkait dengan perjalanan waktu di Winden yang diceritakan secara kronologis. Setelah membaca dan memahami triquetra notebook tersebut, Jonas Kahnwald dan Claudia Tiedemann bekerja sama dan optimis dapat mencegah terjadinya siklus apocalypse yang sama, dengan cara menempuh pilihan lain, namun apa yang dilakukan Jonas hanyalah sia-sia karena dialah yang justru menjadi pemicu terjadinya apocalypse tersebut.
Cerita di atas mengarah pada suatu kesimpulan bahwa apa yang memang sudah ditakdirkan terjadi, tidak dapat dicegah lagi. Meskipun dilakukan dengan opsi yang berbeda, polanya hampir akan selalu sama dan selalu akan ada pemicu yang mengakibatkan peristiwa itu terjadi lagi dan lagi. Maka tidak jarang, teori causal loop dihubungkan bahkan disamakan dengan predestination paradox theory.
Predestination paradox theory jelas tergambar pada season 2 episode 7, pada saat Claudia Tiedemann kembali ke masa lalu untuk mencoba menyelamatkan ayahnya, Egon Tiedemann, dari kematian yang di masa depan dikabarkan karena serangan jantung. Claudia bermaksud mengajak ayahnya tinggal serumah lagi untuk mencegah terjadinya kematian itu. Namun, mereka malah terlibat pertengkaran yang kemudian secara tak sengaja mengakibatkan Egon terdorong dan terjatuh hingga mengeluarkan banyak darah. Egon tetap mati hari itu juga, dan kali ini kematiannya justru dipicu oleh opsi yang ditempuh Claudia sendiri.
Terakhir adalah bootstrap paradox, yakni ketika seseorang atau objek dikirim dari masa depan ke masa lalu yang tindakannya mengarah pada orang atau objek asli itu kembali ke asal mulanya yang pertama, sehingga menciptakan loop tak berujung tanpa titik asal yang jelas. Paradoks ini mengakibatkan ketidakjelasan atau inkonsistensi suatu objek atau seseorang tersebut dalam siklus perjalanan waktu dan mengaburkan asal-muasal asli orang atau objek tersebut. Dalam serial Dark, teori ini dapat dilihat dari buku Eine Reise durch die Zeit atau a Journey Through Time yang tertulis disusun oleh H.G. Tannhaus sekitar. Pada saat Ulrich mencari Mikkel di masa lalu, Ulrich bertemu dengan Tanhauss dan memberikan buku tersebut kepada Tannhaus. Jadi siapakah yang menulis buku Eine Reise durch die Zeit itu? Paradoks.
Eine Reise durch die Zeit by H.G. Tannhaus
Begitulah sedikit ulasan tentang berbagai macam paradox time travel theory yang ada di serial Dark. Jika kamu menemukan paradox time travel theory di dalam serial Dark, silakan hadir di kolom komentar. 😃
Sumber:
[1] https://www.space.com/21675-time-travel.html
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Time_travel
[3] Cheng, John (2012). Astounding Wonder: Imagining Science and Science Fiction in Interwar America (illustrated ed.). University of Pennsylvania Press. p. 180. ISBN 978-0-8122-0667-8. Extract of page 180
[4] https://dark-netflix.fandom.com/wiki/Triquetra_notebook
[5] https://www.quirkbooks.com/post/classic-time-travel-paradoxes-and-how-avoid-them
[6] https://www.space.com/grandfather-paradox.html#:~:text=The%20grandfather%20paradox%20is%20a%20potential%20logical%20problem%20that%20would,make%20their%20own%20birth%20impossible.
[7] https://www.quirkbooks.com/post/classic-time-travel-paradoxes-and-how-avoid-them
Sexual paradox itu yg dialami charlotte & elizabeth. ya ga sih?
Sexual paradox itu yg dialami charlotte & elizabeth. ya ga sih?
Sexual paradox itu yg dialami charlotte & elizabeth. ya ga sih?
Sexual paradox itu yg dialami charlotte & elizabeth. ya ga sih?
Sexual paradox tuh yang kayak gimana kak? Sorry. hehe