Perempuan yang Memesan Takdir: tentang Ketakutan, Luka, dan Kehidupan sebagai Perempuan

 

Perempuan yang Memesan Takdir by W. Sanavero
My rating: 4 of 5 stars

Sejujurnya, prosa adalah salah satu jenis karya sastra yang tidak sering saya jamah karena memang belum menemukan sesuatu yang membuat saya “klik” dengannya, oleh karenanya saya tidak menaruh ekspektasi apa pun sebelum memutuskan untuk membeli dan membaca buku ini.

Meskipun hanya berisi 100 halaman yang terdiri dari 16 prosa, buku ini beberapa kali berhasil membuat saya sesak dan terisak. Menurut saya buku ini tidak cukup ringan untuk dihabiskan sekali duduk. Bahkan saya memerlukan waktu lebih lama untuk memahami dan menyelesaikannya. Sebagaimana judulnya, prosa dalam buku ini berkisah tentang perempuan yang kemudian dikaitkan dengan aspek sosial, budaya, stereotip, stigma masyarakat. Saya sangat menikmati setiap paragraf yang terangkai, begitu pun ilustrasi indah pada setiap akhir bab. Surat Malam dan Tisu Kering yang Basah adalah salah dua prosa yang saya sukai. Keduanya berbicara tentang ketakutan. Ketakutan akan menghadapi takdir dan kehidupan yang mengerikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *