SATRIA-1 dan Relevansinya dengan Digitalisasi Dunia Pendidikan
Sukses mengangkasa dari Kennedy Space Center, Amerika Serikat, kini Indonesia mempunyai satelit multifungsi yang sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah Indonesia. Menurut perencanaannya, SATRIA-1 dapat beroperasi pada akhir 2023 hingga 15 tahun ke depan. Dengan menggunakan teknologi very High Throughput Satellite (HTS) berkapasitas 150 gigabita per detik (Gbps), SATRIA-1 akan memfasilitasi akses internet untuk sektor layanan publik di 150.000 titik.
Belajar mengajar di sekolah merupakan salah satu sektor layanan publik yang akan merasakan manfaat kehadiran SATRIA-1. Mengingat pendidikan adalah salah satu pintu untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif sesuai dengan perubahan zaman, ini merupakan kabar baik bagi seluruh warga Indonesia, khususnya bagi para pelaku terdampak seperti peserta didik, guru, serta orang tua dan wali siswa. Selaras dengan pilar pertama visi Indonesia 2045 yang menghendaki pembangunan SDM dalam rangka penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), hal ini menjadi relevan sebab tanpa adanya SDM berkualitas, automasi di berbagai lini menjadi tidak berarti.
Salah satu cara yang paling dasar untuk dapat mencetak generasi yang tanggap teknologi adalah dengan digitalisasi pendidikan, yaitu dengan memperkenalkan iptek. Dengan mengintegrasikan teknologi informasi yang komunikatif dan interaktif dalam kegiatan belajar mengajar konvensional, peserta didik akan terpapar kecanggihan teknologi untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuannya.
Pengenalan teknologi di bangku sekolah bukan hal yang asing lagi bagi para pengajar dan peserta didik, apalagi pada saat pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu. COVID-19 juga telah membuka mata kita akan adanya kesenjangan akses pendidikan. Mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kurangnya SDM pengajar yang berkualitas. Hal ini dapat kita lihat dari nasib para siswa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (daerah 3T) yang tidak mendapatkan materi pembelajaran yang sama dengan para siswa yang berada di wilayah lain yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, COVID-19 telah mendorong perubahan wajah pendidikan Indonesia. Bagaimana tidak, peserta didik dan guru dituntut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan model pembelajaran dari tatap muka menjadi jarak jauh yang mengandalkan iptek. Maka dari itu, digitalisasi dunia pendidikan menjadi krusial untuk mentransformasi sistem pendidikan yang ada selama ini.
Sistem pendidikan akan bergeser pada sistem pembelajaran dua arah. Peserta didik dapat memperoleh ilmu pengetahuan di mana saja dan kapan saja dan guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan. Dengan demikian, guru hanya akan menjadi pendamping dan pembimbing sehingga peserta didik dapat jauh lebih mandiri, kritis, dan solutif.
Lantas, apakah pembelajaran daring masih relevan untuk kondisi pasca pandemi seperti sekarang ini? Sebagai orang tua yang sudah memproyeksikan pendidikan terbaik untuk anak, menurut saya, pembelajaran daring yang mengandalkan teknologi bukan merupakan solusi sementara yang hanya relevan pada saat pandemi. Namun dapat dikatakan sebagai suatu investasi bagi institusi pendidikan yang progresif dalam mempersiapkan siswanya menjadi pribadi yang kompetitif.
Rahasia Mengatasi Gagal Fokus pada saat Belajar Daring
Tak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran daring kerap kali membuat mayoritas peserta didik merasa jenuh bahkan kelelahan secara mental. Ini karena sebagian besar aktivitas belajar yang berada di ruang-ruang digital ternyata memiliki berbagai keterbatasan. Misalnya, peserta didik akan merasa jenuh apabila mengikuti kelas yang minim interaksi karena tidak semua guru terampil dalam mendayagunakan teknologi sebagai media pembelajaran yang kreatif.
Sementara itu, anak yang kurang terampil dalam mengelola stress juga sangat rentan mengalami kejenuhan. Ini karena mereka kerap merasa terbebani apabila belum mampu memahami materi yang disampaikan oleh pengajar sehingga membuat tugas akademiknya kian bertambah dan akhirnya memengaruhi keadaan mentalnya.
Kejenuhan belajar sangat berpengaruh pada kemampuan berkonsentrasi peserta didik selama proses belajar. Hal ini tentu saja juga akan memengaruhi performa belajar bahkan hasil akhir pembelajaran. Maka dari itu, berikut adalah tips agar tetap bisa fokus mengikuti materi selama belajar secara daring.
- Menciptakan Suasana Belajar yang Kondusif
Ruang belajar yang kondusif adalah salah satu hal yang penting untuk bisa tetap fokus dan berkonsentrasi selama proses belajar. Ada banyak cara untuk menciptakan suasana dan ruang belajar yang nyaman. Misalnya dengan merapikan meja belajar, memposisikan meja belajar menghadap ke luar ruangan dengan pemandangan yang hijau, atau menggunakan aromaterapi dan lain sebagainya.
- Membuat Catatan tentang Materi Pembelajaran
Selain untuk membantu peserta didik agar tetap fokus terhadap materi, mencatat akan merespons otak agar dapat mengingat lebih banyak materi yang telah dipelajari selama belajar daring. Meskipun terkesan sepele, mencatat materi ternyata merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah gagal fokus.
- Melakukan Rutinitas Harian secara Konsisten
Rutinitas erat kaitannya dengan aktivitas sepanjang hari, mulai dari bangun tidur hingga waktunya untuk tidur kembali. Penelitian menunjukkan bahwa menjaga rutinitas merupakan langkah awal untuk menjaga mental agar tetap sehat. Dengan menjalankan kegiatan sehari-hari secara rutin, niscaya diri akan menjadi lebih fokus pada situasi terkini yang tengah dihadapi sehingga akan meningkatkan suasana hati dan produktivitas.
- Istirahat dan Tidur yang Cukup
Setelah melakukan aktivitas selama seharian, tentu saja tubuh membutuhkan istirahat yang cukup. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Maka dari itu, salah satu bentuk istirahat terbaik adalah dengan tidur.
Menurut para ahli, setiap rentang usia memiliki kebutuhan tidur dengan durasi yang berbeda-beda. Misalnya anak usia 6 hingga 13 tahun membutuhkan tidur selama 9 sampai 11 jam. Sementara, untuk remaja usia 14 hingga 17 tahun memerlukan tidur selama 8 sampai 10 jam.
Sementara itu, waktu ideal bagi tubuh manusia untuk mengisi ulang daya dengan optimal adalah antara jam 11 malam sampai dengan jam 3 dini hari. Di waktu-waktu tersebut, tubuh dan indera manusia sedang melakukan pemulihan. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan terlalu sering terjaga hingga larut malam dan sebaiknya tidur sebelum jam 11 malam.
- Memilih Tutor dan Kelas yang Sesuai
Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah memilih tutor dan kelas dari lembaga yang berkualitas. Sebagai lembaga penunjang pendidikan yang telah membuktikan eksistensi dan kualitasnya selama 20 tahun, Sinotif menyediakan layanan bimbel live interaktif yang memungkinkan proses belajar mengajar dua arah serasa pembelajaran tatap muka.
Selain itu, sebagai spesialisasi pelajaran eksakta terbaik di Indonesia, Sinotif berkomitmen untuk memberikan materi terlengkap, terstruktur, terpraktis, dan termudah untuk dipelajari, terutama penyampaian materi yang menyenangkan sehingga peserta didik pun jauh dari kata jenuh dan gagal fokus. Poin-poin inilah yang membuat orang tua tidak ragu untuk mempercayakan anaknya di lembaga bimbingan belajar ini.
7 Alasan yang Membuat Orang Tua Tidak Ragu untuk Memilih Sinotif
Ilmu eksakta seperti matematika, fisika, dan kimia biasanya selalu menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Tingkat kesulitannya pun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya level di sekolah. Orang tua pun terkadang tidak lagi mampu untuk menemani dan memberikan solusi apabila anaknya menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas rumah. Maka dari itu, lembaga bimbingan belajar merupakan solusi yang paling sesuai untuk masalah ini. Berikut adalah tujuh alasan yang perlu dipertimbangkan mengapa Sinotif menjadi solusi sebagai lembaga bimbingan belajar yang sesuai untuk menunjang pendidikan dari level sekolah dasar hingga persiapan ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam proses belajar, ada tiga pengajar berbeda yang akan membimbing siswa. Ketiga pengajar yang berbeda tersebut masing-masing akan memberikan pelajaran matematika, fisika, dan kimia. Untuk menjaga kualitas standar yang tinggi, pengajar dari Sinotif telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi, tidak hanya dari pakar pendidikan melainkan juga dari ahli psikologi. Dengan kata lain, sinotif telah memberikan jaminan bahwa pengajarnya tidak hanya ahli dalam bidangnya, tetapi juga mampu memahami peserta didiknya.
2. Program Belajar yang Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Dengan mempertimbangkan empat aspek penting dalam proses belajar mengajar: karakter siswa, materi pembelajaran, sekolah asal siswa, dan event tertentu, Sinotif menyusun materi pembelajaran yang secara khusus memenuhi kebutuhan dan target pencapaian yang dikehendaki orang tua maupun siswa. Itu artinya, selain mendorong siswa dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman pelajaran eksakta secara mantap dan akurat, Sinotif juga mendorong siswa agar mampu mengembangkan potensi diri melalui penghayatan makna belajar sesuai dengan periode belajarnya. Hal ini sangat penting untuk menjadi bekal bagi peserta didik dalam menghadapi persaingan global di masa mendatang.
3. Modul Pembelajaran yang Lengkap dan Terstruktur
Sinotif memiliki modul “Paket 7 Lapis” yang berisi rangkuman materi sampai dengan latihan soal dengan susunan yang sistematis. Ini memungkinkan siswa untuk dapat menilai kemampuannya sendiri dan memilih levelnya. Apakah ia membutuhkan pemahaman materi dari awal, apakah perlu mendalami konsep, atau justru memerlukan tantangan yang levelnya lebih sulit.
4. Mengutamakan Pendekatan secara Personal
Pada dasarnya, selain memiliki kemampuan yang berbeda, setiap anak juga memiliki karakter yang berbeda-beda. Dengan melakukan pendekatan secara personal, Sinotif berupaya untuk memahami dan mengenal siswanya lebih mendalam. Hal ini memungkinkan siswa mendapatkan kenyamanan selama proses belajar sehingga ia dapat mengikuti sesi pembelajaran secara maksimal.
5. Evaluasi Belajar secara Berkala bersama Orang Tua
Selain menjalin kedekatan dengan siswa, Sinotif juga berupaya membangun komunikasi yang positif dengan orang tua siswa. Sinotif secara berkala menyelenggarakan agenda komunikasi dengan orang tua siswa untuk membahas rencana dan evaluasi belajar siswa tanpa menyita waktu orang tua. Untuk itu, Sinotif terus melaporkan progres belajar siswa setiap akhir sesi pembelajaran.
6. Akses Materi Pembelajaran 24 Non-stop
Siswa dan orang tua pun tak perlu risau apabila siswa menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas rumah. Siswa dapat mengajukan pertanyaan melalui aplikasi Tanya Jawab Soal yang dapat diakses selama 24 jam non stop. Pernyataan yang diajukan tersebut siap dijawab oleh lebih dari 130 guru di Indonesia. Tidak hanya menyediakan layanan belajar live interaktif, Sinotif juga memberikan layanan berupa akses website e-learning yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Melalui seratusinstitute.com siswa dapat mengakses materi dan latihan soal sekaligus pembahasan dalam bentuk teks maupun video untuk mempertajam pengetahuan.
7. Kemudahan dalam Bertransaksi dan Garansi Uang Kembali
Sinotif memberikan kemudahan dalam metode pembayaran. Orang tua siswa dapat membayar secara lunas maupun kredit. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer antar bank maupun kartu kredit dengan cicilan 0% hingga 12 bulan.
Merasa kurang cocok belajar di Sinotif? Program Diamond di Sinotif memungkinkan orang tua siswa untuk mengklaim garansi uang kembali tanpa tes dan tanpa syarat & ketentuan yang memberatkan siswa maupun orang tua.
Harapan Para Orang Tua untuk Mencapai Visi Indonesia Emas 2045
Peluncuran SATRIA-1 seolah mengukuhkan tekad untuk mengangkasakan asa anak bangsa dalam mewujudkan pilar pertama visi Indonesia Emas 2045. Tahun yang menuntut setiap manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh sebab itu, digitalisasi pendidikan melalui sekolah digital maupun bimbel live interaktif merupakan solusi sekaligus pintu masuk untuk mewujudkan visi yang mulia tersebut.
Dari sudut pandang sebagai orang tua, tentu saja kami menginginkan yang terbaik bagi anak sebab tiada yang lebih membahagiakan daripada membersamai anak dalam kondisi suka maupun duka untuk mewujudkan cita-citanya. Meskipun baru menyandang peran sebagai orang tua, aku dan suami selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk anak, khususnya mengenai pendidikan. Selain melakukan persiapan mental dan finansial, kami juga aktif mencari informasi tentang lembaga pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai yang kami junjung dalam keluarga. Ini semua kami lakukan tak lain untuk memberikan bekal yang cukup untuknya agar tetap sintas dalam menjalani masa kini dan adaptif dalam menghadapi masa mendatang.
Dengan membagikan artikel ini, kita secara tidak langsung berkontribusi untuk mewartakan kabar baik untuk menghadapi tahun 2045. Mari banyak menebar kabar baik untuk menuai kebaikan lebih banyak lagi.
Sumber:






